Indonesia dan dan Thailand Teken MoU Kerja Sama Kesehatan, Prabowo Soroti Ancaman Pandemi Global

- Pewarta

Senin, 19 Mei 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra saat penandatanganan MoU kerja sama bilateral di bidang kesehatan Indonesia - Thailand, Senin, 19 Mei 2025. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo Subianto)

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra saat penandatanganan MoU kerja sama bilateral di bidang kesehatan Indonesia - Thailand, Senin, 19 Mei 2025. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo Subianto)

BANGKOK — Di ruang megah Government House Bangkok, dua kepala negara Asia Tenggara saling berjabat tangan erat.

Senin, 19 Mei 2025 menjadi momen penting ketika Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama bilateral di bidang kesehatan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin.

Peristiwa ini bukan hanya memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, tapi juga menandai fase baru sinergi strategis menghadapi tantangan kesehatan global yang kian kompleks.

“Baru saja kita menyaksikan tanda tangan MoU di bidang kesehatan untuk meningkatkan kerja sama kita, untuk sama-sama bisa meningkatkan kapasitas kita,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Antisipasi Pandemi Baru: Kepemimpinan Regional yang Diperlukan

Bagi Prabowo, kerja sama lintas negara dalam bidang kesehatan tak bisa ditunda lagi.

Dunia pasca-COVID-19 menyadarkan semua negara akan rapuhnya sistem kesehatan global dalam menghadapi pandemi.

“Hal ini sangat penting menghadapi kemungkinan-kemungkinan pecahnya pandemi-pandemi baru,” lanjutnya.

Indonesia dan Thailand memiliki catatan koordinasi regional yang cukup kuat, terutama di bawah naungan ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM).

Dalam laporan WHO Southeast Asia 2024, Thailand dan Indonesia termasuk negara yang berinvestasi besar dalam peningkatan kapasitas sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan pandemi.

MoU yang ditandatangani kali ini memperluas ruang kerja sama yang telah ada, termasuk pertukaran teknologi medis, pelatihan tenaga kesehatan, dan riset kolaboratif tentang penyakit menular dan kesehatan masyarakat.

Pilar-Pilar Strategis: Dari Kesehatan Hingga Ketahanan Pangan

Di luar kerja sama kesehatan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa hubungan RI–Thailand mencakup sektor yang lebih luas.

“Kita juga membahas kerja sama bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, pendidikan, serta ketahanan pangan,” ungkapnya.

Isu ketahanan pangan menjadi perhatian khusus mengingat kawasan Asia Tenggara menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok.

Thailand sebagai lumbung pangan Asia, dan Indonesia sebagai pasar besar, dinilai saling melengkapi dalam kerja sama jangka panjang.

Thailand dan Indonesia juga menjajaki potensi pengembangan kawasan industri berbasis teknologi bersih serta kerja sama pertahanan di bidang pertukaran militer dan pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista).

Sinergi Regional dan Diplomasi Kesehatan sebagai Investasi Geopolitik

Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Riza Damanik, menyebut kerja sama kesehatan lintas negara adalah bagian dari diplomasi baru pasca-pandemi.

“Diplomasi kesehatan adalah bentuk soft power baru. Negara yang mampu memimpin respons krisis kesehatan akan memperoleh legitimasi geopolitik yang lebih besar,” ujarnya.

Thailand dan Indonesia, sebagai dua kekuatan utama di ASEAN, memiliki peluang memainkan peran penting dalam merancang arsitektur kesehatan kawasan.

Kolaborasi yang terbentuk saat ini dapat menjadi model bagi negara-negara berkembang dalam mengatasi kesenjangan layanan kesehatan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menyatakan akan menindaklanjuti MoU ini dengan pembentukan Joint Health Task Force dalam tiga bulan ke depan, guna memastikan realisasi teknis dari kerja sama ini.

Menjawab Tantangan Global dengan Kepemimpinan Regional yang Progresif

Langkah Indonesia dan Thailand memperkuat kerja sama kesehatan harus dibaca sebagai bentuk kesadaran baru terhadap tantangan global yang tak lagi bisa dihadapi secara individual.

Di era ancaman pandemi, krisis iklim, dan disrupsi teknologi, hanya kolaborasi regional yang mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.

Namun, implementasi dari kerja sama ini tetap memerlukan pemantauan ketat. MoU bukanlah akhir, melainkan titik awal.

Publik perlu mendapatkan akses terhadap informasi perkembangan kerja sama, termasuk dampaknya terhadap sistem kesehatan nasional.

Bila dieksekusi secara serius dan transparan, kerja sama ini bisa menjadi model kemitraan strategis antar-negara berkembang yang berdaya tahan terhadap krisis global.***

Untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya klik Persrilis.com, kami melayani Jasa Siaran Pers di lebih dari 175an media.

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Propertipost.com dan Harianekonomi.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 062.live dan Haiindonesia.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Harianbogor.com dan Kalimantanraya

----

Berita Terkait

Kubu Dahlan: Jawa Pos Bukan Pemegang Saham, Dividen Rp89 M Tak Wajib
KDRT Brutal di Bekasi: Ibu Dipukul, Diancam Dibunuh oleh Anaknya Sendiri
Jaksa Telusuri Dugaan Korupsi Rumah Eks Pejuang Timor Timur, Wamen PU Diana Ikut Dimintai Keterangan
Kejaksaan Agung Periksa 55 Saksi Dugaan Korupsi Kredit Sritex, Kerugian Negara Tembus 692 Miliar Rupiah
Penangkapan Diam-diam di Solo, Bos Tekstil Iwan Setiawan Lukminto Tersandung Dugaan Korupsi
Nama Budi Arie Setiadi Disebut di Dakwaan Judi Online, Jaksa Berpeluang Panggil Sebagai Saksi
Idul Fitri adalah lentera, izinkan membuka tabirnya dengan maaf, agar cahayanya menembus jiwa
Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 17 Juli 2025 - 10:14 WIB

Kubu Dahlan: Jawa Pos Bukan Pemegang Saham, Dividen Rp89 M Tak Wajib

Selasa, 24 Juni 2025 - 07:34 WIB

KDRT Brutal di Bekasi: Ibu Dipukul, Diancam Dibunuh oleh Anaknya Sendiri

Rabu, 4 Juni 2025 - 15:42 WIB

Jaksa Telusuri Dugaan Korupsi Rumah Eks Pejuang Timor Timur, Wamen PU Diana Ikut Dimintai Keterangan

Kamis, 22 Mei 2025 - 10:43 WIB

Kejaksaan Agung Periksa 55 Saksi Dugaan Korupsi Kredit Sritex, Kerugian Negara Tembus 692 Miliar Rupiah

Kamis, 22 Mei 2025 - 07:19 WIB

Penangkapan Diam-diam di Solo, Bos Tekstil Iwan Setiawan Lukminto Tersandung Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

Pers Rilis

AI Rudder Perkuat Inovasi Digital CIMB Niaga melalui Solusi AI

Senin, 27 Apr 2026 - 14:29 WIB