![]() |
Trafigura Group menduduki peringkat teratas dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 selama tiga tahun berturut-turut, dengan pendapatan AS$240,3 miliar
Pertumbuhan perusahaan-perusahaan Vietnam sangat menonjol di peringkat ini, dengan total pendapatan meningkat 10,5% – tiga kali lipat dari rata-rata tingkat pertumbuhan regional
Ambang batas pendapatan untuk masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 melonjak 26% menjadi AS$440,6 juta
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua perusahaan penambangan kripto asal Singapura masuk dalam daftar ini untuk pertama kalinya
40 CEO perempuan masuk dalam daftar tersebut, termasuk Tan Su Shan, CEO DBS yang dinobatkan sebagai "Wanita Paling Berpengaruh di Asia" oleh Fortune
SINGAPURA, 17 Juni 2026 /PRNewswire/ — Hari ini Fortune mengumumkan peringkat Fortune Southeast Asia 500™ tahun 2026, yakni daftar tahunan ketiga berisi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan ini dan diurutkan berdasarkan pendapatan untuk tahun fiskal 2025.
Selama tiga tahun berturut-turut, Trafigura Group menduduki peringkat teratas dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 (peringkat ke-1), dengan pendapatan AS$240,3 miliar. Trafigura Group adalah pedagang komoditas yang berkantor pusat di Singapura. Diikuti oleh perusahaan energi milik negara Thailand, PTT (peringkat No. 2, AS$81,0 miliar); Pertamina dari Indonesia (No. 3, AS$70,9 miliar); perusahaan raksasa agribisnis asal Singapura, Wilmar International (No. 4, AS$70,4 miliar); dan Olam Group dari Singapura (No. 5, AS$51,5 miliar). Tiga dari lima perusahaan teratas ini berkantor pusat di Singapura.
Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan paling menonjol dalam peringkat tersebut. Total pendapatan 72 perusahaan Vietnam mencapai AS$177,9 miliar, naik 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya – tiga kali lipat dari rata-rata pertumbuhan regional. Meskipun kontribusi perusahaan-perusahaan Vietnam terhadap total pendapatan di peringkat ini kurang dari 10%, mereka menyumbang sekitar seperempat dari total pertumbuhan pendapatan tahun ini di seluruh peringkat.
Thailand menjadi negara dengan jumlah 105 perusahaan dalam daftar ini, sedikit lebih unggul dari Indonesia yang memiliki 104 perusahaan. 82 perusahaan asal Singapura menghasilkan total pendapatan nasional tertinggi dalam peringkat tersebut, yaitu AS$657,6 miliar. Malaysia mencatatkan 93 perusahaan, Vietnam 72 perusahaan, Filipina 42 perusahaan – bertambah dua dibanding tahun lalu – dan Kamboja 2 perusahaan.
Sektor energi tetap mendominasi dari segi pendapatan sebesar 31,5% yang dihasilkan oleh 57 perusahaan. Sektor energi dipimpin oleh perusahaan-perusahaan besar di bidang minyak dan gas yang berafiliasi dengan negara dan telah menjadi andalan dalam daftar ini sejak pertama kali diluncurkan pada 2024. Sektor keuangan menempati peringkat kedua berdasarkan jumlah perusahaan dengan 76 perusahaan dan menyumbang 16,2% dari pendapatan. Namun gambaran ini berubah ketika mempertimbangkan laba: Perusahaan sektor energi menyumbang 15,7% dari total laba dalam daftar tersebut, sedangkan sektor keuangan menyumbang 43%. Di antara 34 perusahaan yang baru masuk ke dalam daftar, Thailand mencatat jumlah terbanyak dengan sembilan perusahaan, disusul Malaysia dengan delapan perusahaan; Sektor Keuangan dan Teknik & Konstruksi masing-masing menyumbang enam perusahaan.
Ambang batas pendapatan untuk Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 naik menjadi AS$440,6 juta – meningkat 26% dibanding tahun lalu. 500 perusahaan tersebut bersama-sama menghasilkan pendapatan AS$1,878 triliun untuk tahun fiskal 2025, naik 3,4% dari angka yang sebanding dalam daftar yang diterbitkan tahun lalu, dengan laba gabungan sebesar AS$150 miliar. Dominasi perusahaan-perusahaan teratas masih sangat kuat: lima perusahaan teratas mencatatkan pendapatan sebesar AS$514,1 miliar (27,4% dari total); sedangkan 20 perusahaan teratas mencatatkan AS$850,4 miliar (45,3%).
"Yang paling jelas terlihat di Southeast Asia 500 tahun ini adalah bahwa Asia Tenggara mulai melepaskan diri dari identitasnya yang bergantung pada komoditas. Kekuatan utama dunia usaha di kawasan ini semakin bergeser ke sektor keuangan, teknologi, dan kelompok baru perusahaan unggulan nasional," kata Andrew Staples, Editorial Director kawasan Asia. "Edisi keempat pada tahun 2027 akan mengungkapkan apakah tahun 2026 menjadi awal pergeseran nyata dalam peta kekuatan perusahaan Asia Tenggara, atau hanya menjadi tahun yang sangat menguntungkan bagi kelompok perusahaan baru di kawasan ini," katanya.
Tiga puluh empat perusahaan baru juga masuk dalam peringkat ini, termasuk dua perusahaan penambang bitcoin dengan kantor pusat di Singapura yang untuk pertama kalinya masuk dalam daftar. Bitdeer Technologies Group (No. 401) dengan pendapatan AS$620,3 juta dan BitFuFu (No. 475) dengan pendapatan AS$477,5 juta adalah perusahaan penambangan kripto pertama yang memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Hal ini menandakan bahwa dunia usaha di kawasan ini meluas ke beberapa kategori baru meskipun standar persaingan semakin meningkat tajam.
Di antara perusahaan yang mengalami penurunan peringkat signifikan, Yanlord Land turun 98 peringkat karena pendapatannya anjlok 60,5% sedangkan Lopez Holdings turun 94 peringkat setelah pendapatannya menyusut 49,5%. Di sisi positifnya, dua perusahaan yang sedang naik daun berasal dari Indonesia: Hartadinata Abadi naik 115 peringkat karena pendapatannya meningkat 135%, sedangkan Barito Pacific naik 102 peringkat karena pertumbuhan sebesar 220%.
Di antara 500 perusahaan tersebut, 40 perusahaan dipimpin oleh CEO perempuan – termasuk Tan Su Shan dari DBS (No. 8) yang menempati peringkat keenam di dunia dan pertama di Asia dalam daftar Most Powerful Women in Business 2026 versi Fortune.
Dalam pengantarnya pada daftar terbaru di majalah Fortune Asia edisi Juni/Juli, Editor kawasan Asia, Nick Gordon, menulis bahwa Fortune Southeast Asia 500 menunjukkan "Asia Tenggara berhasil mengatasi dampak tarif dan proteksionisme perdagangan tahun lalu sehingga tetap menjadi salah satu kawasan paling dinamis di dunia. Negara-negara Asia Tenggara berperan penting dalam rantai pasokan global; investasi asing dari Asia dan negara Barat terus berdatangan; dan konsumen usia muda di kawasan ini yang memahami teknologi digital mendorong pengeluaran domestik."
Daftar dan artikel Fortune Southeast Asia 500 taun 2026 dapat diakses di seluruh dunia di Fortune.com/asia dan tersedia di kios berita di Asia mulai tanggal 16 Juni. Daftar dan peringkatnya terdapat di https://fortune.com/asia/ranking/southeast-asia-500/2026/.
Tentang Fortune
Fortune adalah perusahaan media global terkemuka untuk pemimpin bisnis global yang dibangun berdasarkan warisan jurnalisme tepercaya dan peraih penghargaan selama 96 tahun. Sebagai media independen, Fortune menyajikan kisah bisnis, mulai dari perusahaan yang sudah mapan hingga generasi inovator baru di dunia. Fortune mengukur kinerja perusahaan melalui tolok ukur yang ketat dan meminta pertanggungjawaban perusahaan di berbagai wilayah di seluruh dunia. Peringkatnya yang ikonik adalah Fortune 500, Fortune Global 500,Most Powerful Women, dan World’s Most Admired Companies. Fortune membangun komunitas kelas dunia dengan mengundang para pemimpin pemikiran industri untuk menghadiri pertemuan puncak dan konferensi eksklusif seperti Fortune Global Forum, Fortune Brainstorm Tech, dan Fortune Most Powerful Women. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi fortune.com.
Kontak Media:
Patrick Reilly
Fortune
Patrick.Reilly@fortune.com
Charmian Choo
Fortune in Asia
Charmian.CHOO@fortune.com
Chelsea Hudson
Fortune
Chelsea.Hudson@fortune.com














